About Dee

Hello (again), World!

Memulai sebuah blog baru (lagi) rasanya sama seperti memulai lembaran hidup baru. Saya telah memulai sebuah hidup baru pada akhir 2008 setelah meronta-ronta selama 23 tahun. Saya telah meninggalkan sebagian kecil dari 23 tahun tersebut dalam sebuah blog lama yang -mungkin- tidak akan pernah saya buka lagi. Di sini, saya akan menuliskan cerita, pengalaman, pemikiran, perasaan, dan harapan saya saat ini dan pada masa mendatang.

Saya Diandra, usia saya 25 tahun, istri dari pria yang bersedia mencintai saya apa adanya dan ibu dari 2 orang anak: Kevin dan Ellie. Saya hidup bahagia saat ini, di sebuah perumahan sederhana di “Negeri Orang”, tidak kaya raya, namun sekali lagi saya bahagia. Kata “Bahagia” begitu bermakna bagi saya yang pernah hidup “Menderita” selama 23 tahun. Usia saya mungkin baru 25 tahun 4 bulan, namun saya telah menyimpan banyak kisah yang membuat saya merasa renta… Seorang perempuan berusia 25 tahun tidak akan pernah berharap hal berikut terjadi kepada dirinya:

Saya lahir ke dunia sebagai adik dari seorang lelaki, yang 10 tahun kemudian diketahui mengidap Dissociative Identity Disorder dan Sadomasochism. Meskipun demikian, kami hidup dengan tenang dan menjadi sibling yang sangat kuat, terutama ketika menghadapi perceraian kedua orang tua. Papa seorang pengusaha… saya bahkan tidak tau ia memiliki usaha di bidang apa. Dan mama, mungkin ia lah sumber dari “Penderitaan” yang saya alami selama 23 tahun. Jangan beranggapan bahwa saya tidak menghormati dan tidak menghargai mama saya, namun anak perempuan mana yang sanggup hidup dengan ibunya yang memiliki rahasia terlalu banyak di dalam hidupnya.

22 tahun lamanya mama (juga papa dan kakak) menyembunyikan siapa dirinya dari saya. Dia menjalani hidupnya sebagai seorang Spy. Jika Anda merasa salah baca, saya coba terjemahkan: ibu saya adalah seorang Mata-mata. Dirinya begitu berdedikasi kepada profesinya, sehingga ia meminta saya untuk memalsukan kematian saya sehari setelah saya melahirkan Kevin, putra pertama saya – dan secara otomatis, ia memisahkan saya dengan cucu pertamanya. Oh, sudahkah saya katakan bahwa ketika itu yang mati sungguhan adalah saudara kembar saya? Ya, saya bahkan tidak sempat mengenalnya – tapi itu menjawab pertanyaan mengapa saya lahir dengan berat 1,9 kilogram saja.

Saya melakukan perjalanan ke sebuah negara di Asia Timur setelah saya mati bersama mama. Usaha saya untuk balas dendam pada mama cukup singkat. Terima kasih untuk papa yang telah memasukkan saya ke jurusan Psikologi sehingga saya bisa bertindak terlalu rasional. Saya tidak perlu menjelaskan apa yang saya lakukan kepada mama, namun bisa saya jelaskan bahwa saat ini mama hidup, sehat (secara fisik dan mental), dan bahagia dengan caranya sendiri. Saya pun demikian… Hampir setahun mati, saya dihidupkan kembali oleh jiwa saya yang rapuh ini, dan kembali ke rumah. Saya kembali untuk hidup bersama suami saya, dan Kevin… Ia sudah menjadi toddler yang ganteng dan berjalan ketika saya kembali, namun ia tidak mengenali siapa saya.

Hidup memiliki kisah pahit dan manisnya sendiri. Saya telah mengalami hidup yang pahit dengan segelintir kisah manis di dalamnya, yaitu sahabat yang ada untuk membuat saya tertawa di saat saya tidak tahu Siapa Saya Yang Sesungguhnya. Di awal kebahagiaan tuhan menurunkan Kevin ke dalam hidup saya, saya harus mengemban hidup yang lebih pahit lagi… namun tuhan juga yang membuatkan ending yang manis untuk saya.

Di blog ini, Anda tidak akan menemukan kisah lanjut tentang putri dari seorang Spy, ataupun adik dari seorang DID & Sadomasochism. Saya, Diandra,Β adalah seorang istri dan ibu, dengan profesi Psikolog Kriminologi… karena buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya.


16 thoughts on “About Dee

  1. Kayaknya kita kenal ya.. πŸ˜›
    I’m sorry, you didn’t deserve what happened to you and we weren’t there for you. Anyway, we’re so proud of you, Ndra.. Many people struggle in vain for years with trust recovery, but your efforts and will power pushed you hard, you turned it over to God and ask Him to heal you.
    And here you are, healthy, safe, and happy.
    We miss you πŸ˜‰ β˜…

    1. Thank you so much darling :* I miss you too.
      I’m glad I was able to make my own decision. I’m glad I can speak openly to public like this, OMG I feel so relieved!
      Say hi to my mother whenever and wherever you see her dearly πŸ˜‰

  2. Iya Dee, we’re so proud of you. Writing can often prove to be very therapeutic – you knew it and that is why you are here. Much love from Utchret yaaa β™₯

  3. hellow salam kenal diandra..saya suka baca blognya. tau blog-nya dari blog adinda yang memang selalu saya baca. tulisanya bagus. pengen denger kisah kisah lainya.keep writing ya πŸ™‚

  4. haii dee..its been a while that i didnt come to ur blog. and pas masuk waaahh dah banyak cerita2 seru. like it banget. ijin di link yaaaa πŸ™‚

  5. salam kenal mbak Dee. Keep writing inspiring stories for others ya. Be strong… Family stuff is always the hardest, the happiest, and could be the saddest thing we all must face. I exactly feel how hard it is to be you. so proud of you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s