Daily Journal

,,,kalem dengan waktu

Gw lagi packing buat balik ke negeri orang… dan tiba2 langit jakarta mendung dan disusul hujan. Senin besok cuacanya bersahabat nggak ya?

Per Senin besok gw pasti resmi counting down selama satu minggu karena minggu depannya suami gw pindah ke KL untuk sementara waktu buat kerja. Mendekati hari perpisahan tuh paling nggak enak, mau dibiarin kok ngitung hari, tapi pas ngitung hari malah was2. Nggak lama sih, sekitar 10 hari aja. Artinya abis perpisahan itu kan gw akan menghitung hari lagi karena nggak sabar pengen ketemu.

Gw ini nggak pernah bisa kalem sama waktu. Orangnya sering was2 kalau ada hari penting, mau ditinggal, mau ketemu, janjian sama orang penting… Intinya waktu itu sering menempatkan gw diposisi yang nggak nyaman. Was2 itu kan nggak nyaman ya…

Kalau lagi janjian gw bukan tipe orang yang early datengnya. Tapi gw ontime. Jadi pernah saat sampai MRT dan ada pengumuman kereta selanjutnya delay 5 menit, gw langsung ke atas lagi dan cari taksi. Soalnya kalau naik MRT gw mesti nyambung lagi sama bus, dan kelewatan bus 5 menit itu bisa bikin tewas lah nunggunya.

Eh ternyata kena macet pas naik teksi. Gw bilang ke unclenya turun di bus shelter depan, dan lari aja ngelawan arus kendaraan yang one-way.

On time sih. Meskipun keringetan.

Ada nggak sih istilah untuk parno sama jarum detik? Karena gw was2an orangnya, gw nggak pernah pakai jam yang punya jarum detik. Ini bukan was2 bawaan dari kecil, tapi I developed this was-was-ness sejak tinggal di Taiwan. Mungkin saat itu pemicunya adalah LDR-an dengan Aidil di Jerman. Mau Ye-eM-an aja kan jaman dulu mesti duduk early di warnet, kalau telat ke warnet bisa batal karena warnetnya penuh. Trus kalau mau ketemu bener2 ngga sabar. Giliran udah ketemu bawaannya mellow karena takut LDR lagi. (Padahal pas LDR pacaran ketemunya cuma 2 kali hahahaha)

Padahal gw perempuan pernah hamil 3x. Di awal kehamilan itu gw masih lempeng. Tapi kalau udah mulai merasa ada blup-blup-blup alias tendangan super kecil yang kayak gelembung2, nah was2 gw itu mulai terdevelop. Mulai merasakan kehidupan. Makin nggak sabar untuk cek rutin biar bisa lihat bayinya. Pas kehamilan semakin besar ya semakin nggak sabar.

9 bulan itu bukan waktu yang sebentar lho… tapi selalu ada cara untuk berdamai dengan waktu yaitu menikmati prosesnya. Teman yang lagi TTC, bayi tabung, LDR sama suaminya, nyelesain kuliahnya… semua pasti berdamai dengan waktu dengan cara fokus pada prosesnya. Fokus pada hari ini toh hari akan bergulir anyway kalau nggak kiamat dan kita masih hidup.

Makanya kalau dihitung-hitung sama Aidil, salah satu Top Five kata yang sering suami gw ucapkan adalah: KALEM. Kita orang perempuan ya mana sih nggak senewenan, nggak cerewet, nggak was2 dan nggak ngeselin buat suami kita 😛

Kalem dengan waktu ada hubungannya dengan sabar. Dan sabar itu sering sekali jadi sumber untuk kebahagiaan hari ini, esok, dan selamanya 🙂

sign

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s