Bloginterview · Pemilu 2014 · Uncategorized

[Bloginterview] {IND Presidential Ellection – PART II} Why do you choose candidate number 1?

‘Menyemarakkan’ presidential ellection di Indonesia, gw melakukan interview kepada 2 teman dekat yang masing2 mewakili 1 kandidat capres dan cawapres. Gw beruntung punya teman2 yang pinter2 dan outspoken. Tujuan gw melakukan interview ini adalah untuk memberikan perspektif lain untuk para pemilih kalau masih ada lho pemilih yang memiliki alasan kuat dibalik pilihannya dan berkampanye dengan baik.

{IND Presidential Ellection – PART II} Why do you choose candidate number 1?

Prabowo-Hatta

Nara sumber: Lady Alila (biasa disapa Lila), ibu rumah tangga yang setelah menikah resign dari pekerjaannya sebagai Research & Development Head di perusahaan multinasional. Di kantor lamanya tersebut, dalam waktu 6 tahun ia mendapatkan promosi sebanyak 5x hingga dipercaya menjadi Department Head pada tahun 2012. Pendidikan terakhirnya adalah Master of Business Engineering di universitas luar negeri (overseas) dan ia lulus dengan penghargaan Magna Cum Laude.

Mengapa kamu memilih pasangan Capres dan Cawapres nomor 1?

Kalau bisa aku ibaratkan… negara itu adalah sebuah perusahaan (atau organisasi) yang besaaar. Untuk menjalankan sebuah perusahaan dibutuhkan seorang pemimpin. Dia tidak perlu tahu teknis karena pasti memiliki staf-staf ahli dan ia akan menyusun organisasi kemudian mengalokasikan ekspert-ekspert untuk menjalankan usahanya.

Yang harus dilakukan seorang pemimpin adalah memimpin organisasinya dengan baik. Yang saya maksud di sini adalah gaya kepemimpinan yang tepat untuk memimpin Indonesia; diperlukan gaya kepemimpinan situasional untuk memimpin Indonesia. Aku merasa Indonesia perlu dipimpin oleh pemimpin yang tegas dan bisa mengarahkan karena sejauh ini kita masih punya banyak employee yang ‘nakal’. Singkat kata, kita perlu kembali di-disiplinkan.

Nah yang aku lihat, bekal atau modal untuk melakukan itu semua ada di pasangan nomor urut 1. Bukannya kandidat lainnya tidak memiliki bekal sih… tetapi menurutku yang nomor 1 lebih ‘fit’/sesuai untuk tugas ini.

Lalu apa pendapat kamu mengenai kandidat lainnya?

Tidak ada hal yang buruk dari beliau. Justru track recordnya lebih baik ya dari kandidat nomor 1.

Setiap orang berhak memilih. Dan aku memutuskan untuk tidak memilih nomor 2 karena aku mendukung capres nomor 2 (Jokowi) untuk membenahi Jakarta dulu. Jakarta itu kan ibu kota negara… dan PR-nya Jokowi banyak banget. Aku yakin dia bisa membenahi Jakarta. Jadi untuk sekarang Jakarta sedang membutuhkan Jokowi dan aku lebih dukung Jokowi stay dulu di Jakarta.

Oh ya, tidak ada yang perlu diperdebatkan dan diragukan dari mereka semua. Yang ada hanyalah antusiasme masyarakat karena saat ini kandidatnya hanya 2. Jadi pesta ini memang benar-benar pesta antar 2 kubu. Setiap pendukung pasti ingin memenangkan kandidatnya.

Seberapa optimisnya kamu negara ini akan berubah (ke arah positif) jika kandidat kamu memenangkan Pemilu nanti?

Perubahan positif itu akan makan waktu. Aku optimis perubahan positif itu akan ada tetapi baru akan dinikmati setelah masa pemerintahannya berjalan mungkin lebih dari 3 tahun. Atau bahkan setelah berakhir baru kerasa efeknya. Kalau dalam 100 hari ya tidak mungkin kan? 🙂

Prabowo dan Hatta banyak mencanangkan program yang terkait dengan kesejahteraan rakyat. Aku yakin mereka amanah dan akan menjalankannya. Menurut aku dalam waktu 5 tahun efek positifnya akan terasa, terutama untuk kalangan bawah.

Selain kemakmuran, perbaikan ekonomi dan kedaulatan, apa harapan kamu terhadap presiden yang baru nanti?

Pertama: Menjamin pendidikan setidaknya wajib 12 tahun

Jadi lulusan S1 aja sekarang susah kerja, apalagi yang sekolah pun tidak tamat? Di sekolah kita kan diajarkan banyak tentang budi pekerti dan pendidikan moral. Kalau pendidikan tidak merata dan tidak sampai tingkat advance (pinjam istilah dalam kursus) gimana juga kita mau jadi bangsa yang berbudi pekerti dan bermoral? Jadi pendidikan ini bukan sampai soal untuk menciptakan bibit-bibit yang pintar saja tapi juga untuk menciptakan bangsa yang berbudi pekerti dan bermoral.

Kedua: Soal disiplin, penertiban, keamanan

Goalsnya adalah untuk penegakkan hukum yang baik dan masyarakat menjadi warga negara yang baik. Seberapa susah sih buang sampah di tempat sampah? Seberapa susah sih berkendara dengan helm? Kan tidak susah ya… tapi masyarakat tetap saja harus diingatkan terus soal ini yang akhirnya bisa jadi ‘kesempatan’ bagi oknum untuk berbuat curang. Pemerintah harus ada turun tangannya dalam hal ini. Seperti menyediakan tempat sampah lebih banyak di tempat umum, lalu membuat kampanye-kampanye ketertiban dan kesadaran hukum.

Ketiga: Go International!

Indonesia perlu go international dengan prestos yang baik. Jadi bisa dipastikan reputasinya dimata dunia juga baik. Kita juga akan disegani dan punya bargainning power tinggi pada saat diajak kerja sama. Dari segala aspek perlu diolah potensinya, kemudan dikembangkan, dikasih program-program unggulan, sampai akhirnya siap di bawa ke dunia. Aku nggak senang kalau Indonesia hanya terkenal karena Bali-nya. Atau karena terorismenya. Atau karena banyak TKI/TKW yang bermasalah di luar negeri.

Bagaimana pendapat kamu tentang janji-janji para Capres dan Cawapres yang saat ini sudah disampaikan?

Yang ini agak susah untuk dikomentari… Di saat seseorang udah terpilih dan akhirnya menduduki jabatan tersebut, di situ lah dia baru tahu kondisi lapangan yang sesungguhnya. Bisa jadi kondisi lapangan tidak memungkinkan sehingga realisasi dari janji itu menjadi mundur atau janjinya malah jadi tidak feasible untuk dilakukan. Jadi dia harus pindah ke Plan B, dari Plan A. Itu hal yang normal kan?

Tapi hal ini yang tidak selalu diketahui oleh masyarakat. Jadi apapun realitanya nanti, semoga yang jadi presiden dan wakil presiden bisa transparan kepada masyarakat mengenai keadaan realnya.

Tentang janji-janji yang sudah disampaikan, menurut saya tidak ada yang lebay. Kedua kandidat menjanjikan perubahan yang sama, yaitu untuk perbaikan. Mungkin hanya beda cara dan pendekatan dalam pelaksanaannya saja nanti. Yang sudah disampaikan itu adalah program-program yang baik. Menurut aku layak untuk dijadikan pertimbangan dalam memilih. Tidak ada calon yang bermaksud jahat pada bangsanya.

Sejauh ini, apa dukungan kamu untuk Capres dan Cawapres pilihan kamu?

Aku tidak mensupport secara materi. Prabowo dan Hatta sejauh ini banyak ditimpa issue dan berita negatif sehubungan dengan track record dan kasus yang pernah menimpa mereka (hey. no body’s perfect, aight?!). Aku memberikan insight kepada orang lain kalau status sebenarnya adalah ‘begini’ lho. Kalau ‘begitu’ kan tidak mungkin mereka diloloskan sebagai kandidat/calon presiden dan wakil presiden kita.

Lalu aku dan teman-teman juga saling mengingatkan untuk tidak melakukan ‘black campaign’ dan selalu berkampanye dengan sehat. Temanku selalu mengingatkan, jika Prabowo tidak terpilih menjadi presiden, Jokowi akan jadi presiden kita. Oleh karena itu kita jangan menjelek-jelekkan Jokowi karena dia punya kesempatan 50% untuk menjadi presiden kita.

Sekarang aku tidak tinggal di Indonesia tetapi sampai pertengahan bulan Juni lalu, aku masih berkesempatan untuk ikut membagikan kaos dan brooch Prabowo-Hatta. Pemilu cuma 1 kali dalam 5 tahun. Aku ingin ikut meramaikan proses ini dengan cara yang baik dan bersih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s