Bloginterview · Pemilu 2014 · Uncategorized

[Bloginterview] {IND Presidential Ellection – PART I} Why do you choose candidate number 2?

‘Menyemarakkan’ presidential ellection di Indonesia, gw melakukan interview kepada 2 teman dekat yang masing2 mewakili 1 kandidat capres dan cawapres. Gw beruntung punya teman2 yang pinter2 dan outspoken. Tujuan gw melakukan interview ini adalah untuk memberikan perspektif lain untuk para pemilih kalau masih ada lho pemilih yang memiliki alasan kuat dibalik pilihannya dan berkampanye dengan baik.

{IND Presidential Ellection – PART I} Why do you choose candidate number 2?

jokowi-jk

Nara sumber: Maya “Misswhadevr” – sebelumnya sudah pernah diinterview dalam Bloginterview ini beberapa kali. Dia mantan konsultan IT dan saat ini menjabat sebagai General Manager di perusahaan IT di Jakarta. Menempuh pendidikan terakhir di universitas negeri jurusan Psikologi Terapan SDM.

Mengapa kamu memilih pasangan Capres dan Cawapres nomor 2?

Ada sejarahnya. Saya awalnya ada di pihak yang ngga setuju kalau Pak Jokowi jadi presiden sebelum tuntas masa jabatannya sebagai Gubernur DKI. Saat Pak Jokowi sudah positif menjadi Capres, saya dan Bapak berdiskusi siapa yang cocok menjadi wakilnya dan kami sampai kepada keputusan bahwa Pak Jusuf Kalla yang pantas untuk saling mengisi dengan Pak Jokowi. Bahkan saat saudara Bapak saya, seorang Jendral bintang 4, disebut-sebut sebagai calon wakil dari Pak Jokowi, kami merasa mereka tidak akan klop. Ternyata, Pak JK maju sebagai wakil Pak Jokowi atas pilihan Pak Jokowi sendiri, dan saya langsung menjatuhkan pilihan pada pasangan ini karena keunggulan mereka: Capresnya adalah orang yang taktis, Cawapresnya memiliki pengalaman dan politician yang memahami masalah ekonomi.

Namun alasan utamanya adalah karena saya melihat kesamaan value yang Pak Jokowi anut dengan value keluarga saya. Pak Jokowi menawarkan program-program berupa “how to” – bagaimana kita bisa berkembang; yaitu dengan melalui A, B, dan C. Program inilah yang harus dijalankan. Begitu juga dengan keluarga saya; Kamu mau jadi kaya? Maka harus buat roadmap sendiri untuk punya duit sampai kaya. Kandidat nomor 2 menawarkan bagaimana untuk mengail (pancing) ikan, bukan memberikan ikan untuk buaya malas. Akan banyak perubahan positif di value dan attitude orang Indonesia jika nantinya dipimpin oleh pemimpin yang mengajarkan “mengail”.

Lalu apa pendapat kamu mengenai kandidat lainnya?

Saya tidak fokus untuk menggali informasi lebih banyak tentang kandidat lainnya, karena dengan banyaknya black campaign, saya jadi sulit untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai kedua kandidat. Saya hanya berfikir simple, sudah bertahun-tahun negara ini dipimpin oleh presiden dari kalangan militer. Saya ingin negara ini dipimpin oleh Ekonom, karena akhir-akhir ekonomi dinomorduakan (suku bunga, inflasi, dan lain-lain). Ternyata malah ada rakyat yang “melamar”, saya jatuh hati.

Seberapa optimisnya kamu negara ini akan berubah (ke arah positif) jika kandidat kamu memenangkan Pemilu nanti?

Optimis banget. Saya rasa Pak Jokowi dan Pak JK memahami bahwa semua energi yang mereka dapatkan berasal dari rakyat. Presiden, wakil presiden, orang-orang di pemerintahan, mereka semua adalah “pelayan” rakyat dan digaji oleh rakyat. Dan dengan segala humblenessnya dan paparan program yang jelas, saya rasa rakyat pasti akan mendukung inisiatif-inisiatif mereka.

Selain kemakmuran, perbaikan ekonomi dan kedaulatan, apa harapan kamu terhadap presiden yang baru nanti?

Banyak, di antaranya:

  1. Ada perbaikan di sistem pemerintahan. Saya pernah menjalani beberapa project selama 6 bulan di Kementerian, dan menurut saya, perlu ada perubahan sistem, baik dari pembagian area (level Dirjen), kebijakan, prosedur, dan toolsnya, sehingga kinerjanya bisa lebih optimal. Perlu ada pembaharuan sehingga proses-proses yang tidak diperlukan bisa di-cut dan lebih modern.
  2. Pemerataan dan penggunaan anggaran yang baik. Saat ini masih ada istilah “menghabiskan anggaran” dengan konsinyering di luar kota tiap mendekati akhir periode, karena kalau anggaran ngga habis, anggaran berikutnya akan dikecilkan.
  3. Realisasi “Potensi” menjadi “Prestasi”. Potensi adalah sesuatu yang kita punya, tapi belum muncul karena belum diasah. Potensi Indonesia ini banyak, baik dari SDA, SDM, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Saya pengen bagaimana potensi itu diasah, digunakan, sehingga bisa menghasilkan untuk negara sendiri.
  4. Integrasi strategi pariwisata. Berdasarkan pengalaman saya berdiskusi dengan perwakilan dari Kemenparekraf di Dirjen-dirjen terkait pemasaran dan pengembangan destinasi pariwisata, strategi mereka masih belum terintegrasi sehingga hasil akhirnya (misalnya berupa data), masih scattered. Kemudian ada baiknya disinergikan lagi dengan fungsi dari duta besar sebagai first layer marketing pariwisata Indonesia di luar negeri.
  5. Utilisasi maksimal dari aset negara. Aset itu adalah sesuatu yang bisa terdepresiasi, nilainya akan berkurang dan ada biaya maintenancenya. Kalau ngga salah, kita sudah punya command centre, maka saya berharap ada inisiatif untuk meutilisasikan itu dengan maksimal. Begitu juga dengan satelit yang dibeli BRI. Jika kita telah/akan investasikan ratusan triliyun, kita harus dapat value setara miliyaran-triliyun sebagai benefitnya.

Bagaimana pendapat kamu tentang janji-janji para Capres dan Cawapres yang saat ini sudah disampaikan?

Politik itu kan merupakan seni untuk mencapai kekuasaan, jadi wajar jika calon-calon pada mengumbar janji. Saya rasa presiden kita dari dulu ngga pernah lupa sama janjinya, cuma masalah mau nepatin atau ngga. Saya harap sih siapapun presidennya, harus tepatin janjinya ya.

Tapi di samping itu, 5 tahun memang cukup singkat. Makanya presiden dulu sangat beruntung karena PELITA dan REPELITA bisa dibuat sampai beberapa “season” (sekarang cuma bisa maksimum 2 “season”). Jadi saya seneng sama kandidat nomor 2 ini, soalnya mereka sudah siapkan roadmap yang nanti diturunkan menjadi taktisnya. Akan mudah untuk menjalankan dan mengevaluasinya. Semoga pelaksanaannya akan sesuai sehingga janji-janji tersebut bisa dipenuhi.

Sejauh ini, apa dukungan kamu untuk Capres dan Cawapres pilihan kamu?

Saya penikmat pesta politik ini, tapi bukan pelaku aktif 😀 Ada 2 hal yang sudah saya lakukan. Pertama, saya bangga dengan pilihan saya, dan tidak akan segan untuk memberikan penjelasan mengapa Pak Jokowi dan Pak JK harus menjadi pemimpin kita. Kedua, saya menjaga ketenangan dan menghargai perbedaan pilihan orang lain. Saya memutuskan untuk tidak menghasut dan menyebarkan black campaign. Jika ada orang yang menghujat pilihan saya, saya tidak akan terpancing untuk balas berkomentar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s